Demografi Desa Petungsewu

      Kependudukan

Jumlah penduduk yang besar biasa menjadi modal dasar pembangunan sekaligus bisa menjadi beban pembangunan, jumlah penduduk desa Petungsewu adalah 3.474 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga 1254 Kepala keluarga. Agar dapat menjadi dasar pembangunan maka jumlah penduduk yang besar harus disertai kualitas SDM yang tinggi. Penanganan kependudukan sangat penting sehingga potensi yang dimiliki mampu menjadi pendorong dalam pembangunan, khususnya pembanguna Desa Petungsewu.

Berkaitan dengan kependudukan, aspek yang penting antara lain perkembangan jumlah penduduk, kepadatan dan persebaran serta strukturnya.

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

JUMLAH TOTAL

1.667

1.714

3.474

 

  1.  Pertumbuhan Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Desa Petungsewu cenderung meningkat karena tingkat kelahiran lebih besar dari pada kematian serta penduduk yang masuk lebih besar dari penduduk yang keluar.

Tabel 4

Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

No

Usia

Jumlah

Prosentase

1

0-4

229 orang

 

2

5-9

193 orang

 

3

10-14

236 orang

 

4

15-19

266 orang

 

5

20-24

292 orang

 

6

25-29

279 orang

 

7

30-34

229 orang

 

8

35-39

362 orang

 

9

40-44

280 orang

 

10

45-49

215 orang

 

11

50-54

194 orang

 

12

55-58

165 orang

 

13

>59

506 orang

 

   Jumlah Total

3.474 orang

 

 

 

 

Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Petungsewu sekitar 1.546 orang atau hampir 2.16 %.  Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM. Tingkat kemiskinan di Desa Petungsewu termasuk tinggi. Dari jumlah 1254 KK  terdapat 213 RTM.

Rentetan data kualitatif di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Petungsewu hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri. Sebab ilmu pengetahuan setara dengan kekuasaan yang akan berimplikasi pada penciptaan kebaikan kehidupan.

Rendahnya kualitas pendidikan di Desa Petungsewu tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Petungsewu baru tersedia di level pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara akses ke pendidikan menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh.

Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Petungsewu yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Petungsewu Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada malah gulung tikar. Mungkin dorongnan dari pemerintah dan masyarakat lemah. Inilah yang menjadi pekerjaan dasar pemerintahan Desa Petungsewu sekarang.